Cerita Sejarah Hidup
BEBAN KELUARGA
karya: Theresia Oktaviani/ XII IPS 1/ 27
SMA Virgo Fidelis
Aku akan menceritakan kisah singkat hidupku dari aku kecil hingga saat ini. Namaku Theresia Oktaviani Rahayu Widhiastuti, biasa dipanggil Okta. Aku lahir di Ungaran, 9 Oktober 2003 dan kini tinggal di Kecamatan Bandungan tepatnya di Desa Jimbaran. Aku lahir dari pasangan Redemtus Sugiyanto dan Siyamiyati yang merupakan anak pertama dari dua bersaudara yakni Margaretha Dwi Rosari Rahayu Ningtyas.
Masa kecilku tidak jauh beda dengan anak-anak yang lainnya, tidak ada yang spesial dan berarti. Saat aku berusia 3 tahun lebih 8 bulan aku pun sudah masuk TK (Taman Kanak-Kanak), aku bersekolah di TK Kanisius Jimbaran. Setiap berangkat sekolah aku selalu diantar oleh Ibu, ketika pelajaran dimulai aku di tinggal pulang oleh ibu dan ketika istirahat maupun pulang sekolah Ibu datang kembali untuk menjemput aku. Jarak antara tempat tinggal ku dengan sekolah tidak terlalu jauh, masih bisa ditempuh dengan jalan kaki.
Setelah melewati TK, aku melanjutkan sekolah ke SD yakni SD Kanisius Jimbaran yang tempatnya masih satu kompleks dengan TK. Aku mulai belajar membaca pada saat kelas satu. Kata Ibuku, saat aku kelas satu aku sering di gendong oleh guruku karena aku cengeng dan katanya lagi dulu aku sering ngambek karena capek pelajaran.
Mulai kelas satu di les kan oleh Ibu ku di tempat Ibu Guru les yang juga merupakan Ibu dari temanku. Setiap jam 3 sore aku berangkat les diantar antar jemput oleh Bapak ku. Disana juga banyak kakak kakak kelas yang belajar atau les di sana setiap hari dan setiap hari sabtu kami libur.
Setiap hasil ujian kami dibagikan, Ibu Guru les selalu melihat hasil ujian kami. Aku pernah tidak enak hati ketika teman ku yang merupakan anak Guru les dimarahi karena nilai ujiannya lebih jelek dariada nilai ujian ku. Walau begitu Guru les ku bangga karena aku mengalami peningkatan.
Saat kelas tiga, saudaraku menjadi wali kelasku sudah tua memang kata kakak-kakak kelasku saudaraku itu galak nya minta ampun. Pernah waktu itu saat pelajaran matematika, aku belum paham tentang pembagian karena aku tidak bisa mengerjakan dipapan tulis, aku pun kena jewer oleh saudaraku sendiri.
Saat kelas lima SD aku dan teman temanku cewek satu kelas ditunjuk untuk mewakili sekolah dalam kemah Rayon Bagus yang di selenggarakan di Gua Maria Kerep Ambarawa. Pada saat itu pengalaman pertama kami mengikuti kemah. Aku sendiri tidak tau alasan mengapa yang ditunjuk mewakili sekolah hanya kami cewek-cewek, waktu itu aku pikir itu lomba hanya untuk kami cewe-cewe ternyata tidak. Bahkan ada banyak dari kakak-kakak SMP dan SMA. Pertama kali sekolah mengadakan Persami (Perkemahan Sabtu Minggu) pada saat aku kelas lima. Hingga sampai sekarang SD ku belum pernah lagi megadakan acara Persami.
Adiku lahir saat aku kelas lima SD tepatnya tanggal 12 Oktober 2013. Sehari sebelum ibuku melahirkan adikku, aku dititipkan ke tanteku karena saat itu tujuan Ibu hanya kontrol dan USG dan ternyata Ibuku melahirkan adikku secara caesar. Pada saat aku sedang istirahat, aku di kabari oleh adikku sepupu bahwa adikku telah lahir. Perasaanku saat itu sangat senang sekali karena aku mempunyai adik dan aku ingin segera melihat adikku.
Ketika sudah pulang sekolah, aku segera diantar oleh tante dan omku untuk melihat adik ku yang masih di Rumah Sakit. Sampai di sana aku melihat adik ku yang masi di dalam inkubator karena seharusnya adik ku belum di prediksi lahir saat itu oleh dokter.
Tiba saat nya aku sudah naik kelas ke kelas enam. Setiap hari kami dibekali latian soal untuk menghadapi Ujian Nasional di sekolah maupun di tempat les. Sampai-sampai soal-soal yang ada di buku sudah kami isi semua. Saat ini kami sedang menikmati momen momen terakhir kami di sekolah dasar ini.
Di saat kami sedang menikmati momen-momen ini, aku dan dua orang temanku merasa di jauhi oleh semua teman cewe satu kelas. Aku juga tidak tahu kenapa begitu. Setiap kali kita kumpul bersama, semua teman ceweku selalu menghindar kecuali dua orang temanku ini yaitu Agnes dan Bila. Jadi, setiap hari aku, Agnes, dan Bila hanya kumpul bersama teman teman cowo.
Suatu ketika, guruku bertanya kenapa kami bertiga tidak pernah bergabung dengan cewe-cewe tapi malah dengan cowo-cowo. Seketika itu juga aku menjawab kalau kami bertiga selalu dijauhi. Kami bertiga tidak masalah bergaul dengan cowo-cowo toh itu juga semua teman, malahan lebih asik bergaul dengan cowo. Hingga sampe sekarang ini aku masih sering bermain dengan cowo-cowo, terkadang aku cewe sendiri ketika nongkrong maupun berenang bersama.
Tidak terasa tiba tiba sudah mau ujian kelulusan. Try Out sudah kami lalui hingga saatnya kami melaksanakan Ujian Nasional. Masih sama seperti dulu kami ujian menggunakan lembar jawab kertas (LJK). Tiga hari yang menengangkan telah usai.
Sekolah kami mengadakan rekreasi bersama ke Jogja setelah kami ujian. Karena bangku bus tersisa, jadi kelas lima di ikutkan. Tujuan kami hanya ke kebun binatang Gembira Loka, kolam renang, pusat oleh oleh. Kami menikmati setiap perjalanan kami sampai tujuan hingga kami kembali ke rumah.
Setiap pertemuan pasti ada perpisahan, begitulah kami. Sekolah kami mengadakan perpisahan kelas enam tidak di sekolahan melainkan di pemancingan yang hanya di hadiri oleh wali murid, guru- guru, karyawan, dan murid kelas enam.
Pada saat pengumuman jumlah nilai ujian tertinggi, aku tidak peduli karena tidak mungkin nilaiku yang tertinggi. Malahan namaku yang dipanggil pertama kali karena aku mendapat peringkat ke tiga. Aku tidak menyangka, bahkan temanku yang biasanya pendapat peringkat di kelas tidak ad yang nilai ujiannya tertinggi. Acara berlangsung dengan lancar.
Saat nya aku memilih untuk melanjutkan ke sekolah menengah pertama. Keputusanku sudah bulat untuk aku melanjutkan ke SMP Stella Matutina Salatiga. Aku memilih melanjutkan ke Stella karena saudaraku ada yang masi sekolah disana, transportasi nya mudah, aku sendiri juga ingin tau bagaimana rasanya sekolah yang tempat nya agak jauh dari rumah. Di dekat rumahku sebenarnya juga ada SMP malah dekat sekali kurang lebih 5 menit kalau jalan kaki. Tapi karena orang-orangnya kurang baik, ibuku tidak memperbolehkan aku sekolah di situ.
Aku sangat senang ketika pertama kali aku ke SMP Stella untuk mendaftar dan mengikuti tes. Saat tes aku berkenalan dengan cewe bernama Edlyn orangnya ramah. Setelah aku selesai tes aku dan omku yang juga seumuran denganku namanya ariel, juga mendaftar di Stella langsung mengukur seragam.
Setelah aku menikmati libur panjang, aku kembali untuk memulai tahun ajaran baru. Saat itu hari sabtu, aku bersama ariel berangkat ke sekolah bareng. Ariel sekarang tinggal denganku, karena orang tuanya sudah tiada, kakak nya ada yang tinggal di Jakarta, sedangkan kakaknya yang satu tetap tinggal disini. Karena takut Ariel tidak ada yang merawat maka ia tinggal denganku.
Pertama kali berangkat sekolah kami dibagi ke kelas kami masing masing. Kebetulan juga aku dan Ariel satu kelas di 7C. Pertama kali masuk sekolah Ariel sudah mendapatkan teman sedangkan aku belum sama sekali berkenalan dengan siapapun. Setelah kami masuk ke kelas kami masing-masing, aku memilih bangku kosong sendirian. Baru saja aku ingin duduk, teman di depanku bilang kalau aku duduk saja dengan teman yang di depanku. Aku mulai berkenalan dengan teman sebangkuku, namanya Salvara.
Setelah kami berkenalan satu persatu. Kami juga berkenalan dengan wali kelas kami namanya Bu Yosephin. Beliau pindahan dari SMA Virgo, karena suaminya bekerja di SMA Virgo maka bu Yosephin yang di pindah tugas. Begitu katanya.
Setiap kelas pasti mempunyai mading kelas. Setiap ada jeda setelah tes sekolah kami selalu memgadakan lomba menghias mading. Kami saling membanru membuat mading. Karena aku belum banyak kenal dengan teman teman sekelasku, aku menjadi pendiam di kelas. Di saat semua sedang membuat mading, aku melihat temanku yang sedang memotong motong kertas. Karena semua gunting sudah di pegang dan semua sudah beres dan aku hanya menunggu perintab dari temanku karena aku tidak tahu seperti apa yang akan dibuat.
Salah satu temanku membentak aku karena aku tidak ikit membantu menghias mading. Saat itu aku kaget karena aku juga tidak tahu harus mengerjakan apa, aku malah takut kalau aku ikut ikutan malah membuat temanku risi.
Sesampainya di rumah aku langsung melupakan kejadian tadi. Aku tidak mau hanya karena masalah tadi aku jadi di kucilkan di kelas. Setelah kejadian itu aku jadi tambah pendiam di kelas.
Pada saat pelajaran BK, guruku meminta kami untuk sharing memgeluarkan unek unek dan harus berkata jujur. Ketika teman dekatku di kelas bilang ingin membicarakan si A tapi malah mereka yang membicarakan aku. Di situ aku tahu bahwa mereka bukanlah teman yang baik.
Setelah aku naik ke kelas delapan, aku mendapatkan teman teman yang asik semua. Tidak ada yang tidak asik. Teman temanku cowo juga asik semua. Di kelas delapan ini membuat mading tidak di permasalahkan, bahkan hanya beberapa saja yang membuat. Di kelas delapan ini aku sedikit mulai aktif dengan teman temanku.
Wali kelas ku di kelas delapan ini seorang guru oahraga namanya Pak Albert. Pasti semua murid di Stella ini ingin Pak Albert yang menjadi wali kelasnya. Pak Albert orangnya asik banget, gak pelit. Bahkan saat Pak Albert ulang tahun kami sekelas di traktir makan dan saat penilaian oahraga pun kami di belikan buah dan makan bersama sama.
Di kelas dalapan ini kami mengikuti Study Tour ke Pulau Dewata Bali. Aku sangat senang sekali karena aku belum pernah ke Bali dan ini pertama kalinya aku akan ke Pulau Bali. Sehari sebelum kami berangkat, kami di briefing. Saat di berikan pengarahan kami diberi tahu kami akan di tempatkan di bus nomor berapa dan akan berangkat pukul berapa. Sekolahku mengeluarkan 4 bus.
Tepat pada hari selasa aku akan berangkat ke Pulau Bali. Aku diantar omku berangkat ke sekolah, karena Bapak ku bekerja dan tidak dapat mengantarku ke sekolah. Sebelum kami menuju ke bus kami masing masing kami berdoa terlebih dahulu bersama Bapak Ibu Guru dan Orang tua kami.
Setelah berdoa bersama, kami menuju ke bus kami masing masing. Aku mendapat kan bus nomor 4. Kami satu kelas satu bus hanya kelas 8E yang di pisah pisah karena wali kelasnya tidak ikut.
Aku menikmati setiap perjalanan. Pertama kali kami berhenti di rumah makan untuk makan siang bersama. Setelah selesai makan siang kami menuju bus kami masing masing ntuk melanjutkan perjalanan kami. Setelah kami semua masuk ke bus kami masing masing tidak tahu kenapa bus yang aku tumpangi tidak segera jalan. Ternyata ada masalah bahwa bus yang aku tumpangi mengalami kendala, ada bagian yang rusak dan harus di perbaiki. Terpaksa kami menunggu bus lain yang dari Salatiga.
Teman teman yang lainya berangkat terlebih dahulu untuk melanjutkan perjalanan. Setelah bus penganti datang kami segera memindahkan barang barang kami ke bus penganti. Setelah itu kami melanjutkan perjalanan. Kami berhenti sejenak untuk makan malam. Kami makan malam tidak bersama rombongan tapi hanya dengan teman satu bus.
Aku duduk sebangku dengan temanku namanya Intan. Di perjalanan aku dan Intan asyik mengobrol dan nenikmati setiap perjalanan kami. Puji Tuhan aku dan Intan tidak merasakan mual dan pusing saat perjalanan di dalam bus.
Kami tiba di pelabuhan dini hari. Saat di kapal aku merasakan pusing tapi tidak sampai mual. Setelah kami menyebrang, kami melanjutkan perjalanan ke Tanah Lot. Karena mengantuk aku tidur dan tahu tahu aku akan segera tiba di Tanah Lot.
Hujan sangat deras ketika kami sampai di Tanah Lot. Kami di suruh bersih bersih dan mandi di toilet umum. Karena dingin aku tidak mandi, tetapi hanya cuci muka, sikat gigi, dan ganti baju. Setelah selesai bersih bersih kami sarapan bersama.
Setelah di tanah Lot kami melanjutkan perjalanan ke Pantai Pandawa. Selama perjalanan menuju Pantai Pandawa Tour guide yang di bus kami menceritakan asal usul Tanah Lot dan menjelaskan seberapa luas Pulau Bali ini. Tour guide ini mendampingi kami selama empat hari kedepan dan menjelaskan apa yang tidak boleh kami lakukan selama di Pulau Bali.
Di Pantai Pandawa ini aku tidak ikut bermain air di pantai karena sangat panas dan juga aku lupa membawa kacamata. Setelah selesai di Pantai Pandawa, kami rombongan SMP Stella makan siang di dekat Pantai Pandawa.
Setelah di Pantai Pandawa kami melanjutkan perjalanan ke Pantai Tanjung Benoa. Disana kami dapat bermain air, kami juga dapat melihat penyu di pulau penyu dengan menaiki boat. Aku bersama teman temanku menyewa boat dan pantungan untung membawayar.
Setelah sampai di Pulau Penyu kami dapat melihat berbagai ukuran penyu dari yang terkecil hingga yang paling besar. Tidak hanya penyu kami juga dapat melihat berbagai jenis hewan seperti buaya, dan kelelawar.
Setelah kami di pulau penyu kami kembali ke Tanjung Benoa. Saat temanku sedang bermain air ia lupa bahwa dia sedang mambawa hp, akhirnya hp yang dia bawa masuk ke air dan seketika itu juga hpnya mati. Dia sedoh karena tidak bisa menghubungi prang tuanya.
Setelah itu kami kembali check in di hotel. Kami menginap di The Salak Hotel selama 2 malam. Setiap kamar di huni empat sampai lima orang. Aku bersama ketika temanku yaitu Nadya, Jeanny, dan Salvara. Ketika kami sudah sampai aku langsung segera mandi. Karena teman temanku mandinya lama sekali kami jadi tertinggal untuk makan malam.
Malam pertama di hotel aku dan teman temanku tidak bisa tidur karena keasyikan mengobrol sampai malam. Pagi harinya kami bangun dan mempersiapkan diri untuk melanjutkan ke perjalanan kami. Tak lupa kami sarapan bersama di hotel.
Hari kedua kami di Pulau Bali. Kami menuju ke museum Bajra Sandi. Di museum ini kami dapat melihat bagaimana pertempuran di Bali. Kami juga dapat naik ke loteng untung melihat pemandangan tapi dengan syarat khusus wanita yang sedang haid tidak boleh naik ke loteng.
Tiba akhirnya kami akan kembali dan meninggalkan Pulau Bali ini. Kami tiba di Salatiga ada hari sabtu, kurang lebih pukul 8 pagi. Aku di jemput oleh Bapakku di sekolah. Setelah sampai di rumah, aku segera mandi dan membereskan barang barangku. Setelah selesai membereskan barang barangku, aku lalu beristirahat.
Setelah selesai dengan study tour kami di buat pusing dengan laporan laporan. Kami membuat laporan di rumah Nadya. Setelah selesai kami mengumpulkan laporan tersebut ke wali kelas kami.
Setelah itu aku naik ke kelas sembilan. Aku kembali satu kelas dengan Ariel. Teman temanku di kelas sembilan ini lumahan asyik. Saat kelas sembilan ini tidak banyak momen yang aku ingat. Aku senang sekali saat kami ada tambahan pelajaran karena saat istirahat kami makan dan sambil melihat adek kelas yang sedang latihan barongsai.
Tak terasa waktu begitu cepat hingga akhirnya aku mengikuti Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK). Aku mengerjakan ujian dengan sungguh sungguh. Sekolabku mengadakan acara perpisahan di UKSW. Acara begitu meriah dan berjalan dengan lancar. Acara perpisahan tidak bersama dengan pengumuman kelulusan. Saat acara pengumuman kelulusan aku datang ke sekolah bersama dengan Ibu. Bapak Ibu guru mengumumkan bahwa kami semua lulus 100%.
Setelah lulus SMP aku belum tau akan melanjutkan ke sekolah mana. Orang tua ku menyuruhku untuk melanjutkan ke sekolah orang tua ku dulu. Sekolah itu di Gunung Kidul jadi aku di sana asrama. Tapi aku ingin melanjutkan ke sekolah negeri yaitu SMK N 1 Bawen.
Saudara saudara ku mendukung aku untuk ke asrama. Sesampainya di sana tidak tahu kenapa aku langsung terisak menangis rasanya tidak ingin berpisah. Aku di asrama hanya bertahan 5 hari. Setiap hari aku menelepon ibuku dan menangis minta pulang. Mungkin karena ibuku kasihan denganku akhirnya aku dijemput. Sebenarnya aku mulai kerasan tinggal disana hanya saja aku selalu kangen dengan kedua orang tua ku.
Begitu sampai di rumah aku langsung mengisi formulir untuk mendaftar di SMA Virgo Fidelis yang sudah di ambilkan oleh saudaraku yang sekolah disana. Pagi harinya aku dan Ibuku langsung mendaftar di SMA Virgo Fidelis dan mengikuti tes.
Selang beberapa hari sudah memulai tahun ajaran baru aku mengikuti kegiatan MPLS dengan patuh serta mengikuti kegiatan penerimaan Penegak.
Hingga sampai hari ini aku masih bersekolah di SMA Virgo. Sekarang ini aku sudah kelas 12 dan sebentar lagi aku akan lulus. Semua sudah aku lalui, dari malas bangun pagi, pulang sekolah hujan hujan, serta membolos ekstrakulikuler.
Saat ini aku sangat sedih karena pada masa akhir akhir akan lulus yang seharusnya jadi momen momen terkahir malah aku tidak bisa merasakannya karena sedang pandemi. Di masa pandemi ini bukan hanya tidak bisa sekolah dan bertemu teman teman tetapi tugas yang di berikan bapak ibu guru sangat banyak hingga aku sampai kewalahan dalam membagi waktu belajar dengan membantu orang tua.
Sampai di sini saja cerita perjalanan hidupku yang Puji Tuhan lepeng-lepeng saja tidak pernah kesulitan menghadapi masalah. Tidak banyak cerita pengalaman hidupku yang menarik hanya itu saja cerita pengalaman hidupku yang sangat tidak penting.
Komentar
Posting Komentar